Mengunjungi Pondok Tahfidz Anak Yanbu'ul Qur'an Kudus
Kudus- Rapi dan asri. Semilirnya
angin yang sepoi-sepoi, menjadikan suasana menjadi indah, pagi ini. Beberapa anak
berpeci, lewat. Namun sejurus kemudian, ia kembali lagi dan segera menuju kelas
belajarnya.
Ya, ketenangan itu sangat nampak saat redaksi Portal
UMK mengunjungi Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an, di Desa Krandon, Kecamatan
Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada bulan puasa ini, para santri calon
penghafal Al-Qur'an tersebut, tetap tekun belajar.
Nama Yanbu'ul Qur'an sendiri, bagi masyarakat
pesantren di Indonesia, tidaklah asing. Pendirinya, KH Arwani Amin, adalah
salah satu ulama yang sangat dihormati dan segani. Di samping itu, beliau KH
Arwani Amin, masih keturunan dari Pangeran Diponegoro.
Saat ini, pondok ini diasuh oleh dua bersaudara kakak
beradik, yaitu KH Ulinnuha Arwani dan KH Ulil Albab Arwani. Sebelumnya, KH
Muhammad Mansur, putera angkat KH Arwani, sebelum meninggal, juga membantu
mengasuh pesantren ini.
Berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektar, Pondok
tahfidz anak Yanbu'ul Qur'an Kudus, saat ini memiliki sekitar 200-an santri
yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dulu bahkan ada santri dari luar
negeri juga, yaitu Singapore. Tapi sekarang sudah boyong (pulang), kata
Miftahul Jannah, salah satu ustadz.
Pondok tahfidz anak ini, membuka pendaftaran setahun
sekali. Umur maksimal yang diterima adalah 6-7 tahun. Itupun melalui beberapa
test atau seleksi. Materi test terdiri dari membaca ayat-ayat al-Qur'an,
hafalan surat wajib dan kecepatan hafalan atau daya ingat.
Tidak ada target bahwa anak harus hafal pada tahun
kesekian. Target hanya berlaku pada anak kelas satu, yaitu harus bisa mencapai
hafalan 5 Juz. Kalau pada kelas satu ini 5 Juz tidak bisa dipenuhi, maka akan
kita konsultasikan kepada keluarganya.
Jam belajar di pondok ini, adalah habis shalat Shubuh
hinga jam 07.00 WIB, lalu habis Ashar hingga pukul 16.45 WIB dan habis Maghrib
sampai pukul 20.15 WIB. Anak-anak tidak akan kehilangan kesempatan bermain.
Karena di sini juga ada fasilitas untuk bermain seperti sepak bola,
bulutangkis, atau permainan lain yang disukai. terang Miftahul Jannah.
Untuk Televisi, juga tidak dilarang. Namun saat menonton
Televisi ini, didampingi oleh para Ustadz, dengan menonton program-program yang
mendidik (edukatif), seperti National Geographic.
Abdullah Wafiy, santri asal Jakarta yang lahir di
Tuban 5 Januari 1998, ini merasa senang bisa belajar di sini. Ia sudah hafal
al-Qur'an saat masih duduk di kelas 5 Madrasah Ibtida'yah (sekolah tingkat
dasar). Atas keberhasilannya menghafal al-Qur'an di usia belia itu, keluarganya
memberi hadiah umroh sebagai rasa syukur, ditemani ibu serta kakek-neneknya.
Pondok tahfidz anak Yanbu'ul Qur'an, saat ini
mengelola pondok tahfidz anak putera yang berada di Desa Krandon, Kecamatan
Kota, pondok tahfidz puteri di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog serta pondok
tahfidz Yatama yang berlokasi di Desa Singocandi, Kecamatan Kota.
Pondok tahfidz Yatama ini, dikhususkan bagi anak yatim
yang tidak mampu.Anak yatim yang ingin menghafalkan Al-Qur'an tetapi tidak
mempunyai biaya, bisa mondok di sini, terang Miftahul Jannah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar