Kisah Abu Dzar Yang Berjalan Sendirian, Meninggal Sendirian dan Dibangkitkanpun Sendirian
Ketika Rasulullah telah
pergi berlalu dengan para sahabat-sahabatnya dan ternyata ada
orang-orang yang tidak ikut atau tertinggal. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, Fulan telah tertinggal". Maka Rasulullah menjawab, "Biarkan
dia, maka andai ia masih memiliki kebaikan maka Allah akan
menggabungkan dirinya dengan kalian, dan jika ia tidak demikian maka
Allah telah menyelamatkan kalian darinya". Salah seorang sahabat ada yang berkata, "Wahai Rasulullah, Abu Dzar telah tertinggal karena untanya lambat." Rasulullah menjawab, "Biarkan
dia, maka andai ia masih memiliki kebaikan maka Allah akan
menggabungkan dirinya dengan kalian, dan jika ia tidak demikian maka
Allah telah menyelamatkan kalian darinya".
Dan Abu Dzar pun jadi tambah terlambat di atas untanya, maka ketika
untanya tidak mampu berjalan lagi, maka Abu Dzar pun mengambil
barang-barang bawaannya dan memanggulnya dan berjalan menyurusi jejak
kaki Rasulullah. Dan Rasulullah pun turun dari kendaraanya dan kemudian
salah seorang pengintai dari sahabat memandang ke jauh ke belakang,
tiba-tiba ia berkata, "Wahai Rasulullah, Itu ada seorang laki-laki menuju kesini dengan berjalan kaki sendirian".
Maka Rasulullah bersabda, "Semoga benar dia Abu Dzar". Maka, ketika sekelompok sahabat memperhatikan dengan seksama, maka tiba-tiba mereka pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah, dia adalah Abu Dzar". Maka Rasulullah pun bersabda, "Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, dan meninggal sendirian, dan dibangkitkan kelak pun sendirian".
Dan sabda Rasulullah ini benar-benar terbukti, sebab Utsman bin Affan
ketika itu ada perbedaan pendapat dengan Abu Dzar, dan Abu Dzar pun
menjauh dan meninggalkan Utsman bin Affan. Dan tiada yang menemani
kepergiannya kecuali isteri dan anaknya, maka beliau pun memberi wasiat
kepada isteri dan anaknya itu agar keduanya yang memandikan dan
mengkafaninya kalau ia meninggal. Kemudian, letakkanlah aku dipinggir
jalan, dan katakanlah kepada orang pertama yang melewatiku bahwa ini
adalah Abu Dzar, sahabat Rasulullah, tolonglah kami untuk
menguburkannya."
Maka, tatkala Abu Dzar meninggal, keduanya pun melakukan apa yang diwasiatkannya, lalu meletakkan beliau di pinggir jalan.
Maka Abdulah bin Mas'ud dan sekelompok rombongan dari penduduk Iraq pun
lewat untuk melakukan umrah. Tiada yang mereka dapati di perjalanan
kecuali sebuah jenazah di pinggir jalan yang disampingnya ada seekor
unta dan seorang anak yang sedang berdiri dan berkata, "Ini adalah Abu Dzar sahabat Rasulullah, maka tolonglah kami untuk menguburkannya".
Maka, Abdullah bin Mas'ud pun menangis dan berkata, "Sungguh telah
benar Rasulullah, beliau bersabda bahwa Abu Dzar, dia berjalan pergi
sendirian, dan meninggalpun dalam kesendirian, dan akan dibangkitkan
dalam kesendirian pula".
Kemudian, ibn Mas'ud pun turun dari kendaraannya, begitu juga para
sahabatnya pun menguburkannya. Lalu Ibn Mas'ud pun menceritakan kepada
mereka sebuah hadits, sebuah kisah yang di dalamnya Rasulullah bersabda
tentang Abu Dzar ketika dalam suatu perjalanan menuju Tabuk. Nama asli
Abu Dzar adalah Jundub bin Junadah, meninggal pada tahun 32H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar