Menulis Mewujudkan Impian
Saat-saat memilih, adalah saat penuh tantangan. Namun, kalau sudah memilih, semua harus diperjuangkan. Apa pun hasilnya, yang penting ketika sudah melakukan tindakan, semua akan menuju pada apa yang sedang kita impikan. Hal itu juga yang terjadi pada sosok yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan sebagai Kartini Next Generation dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, Aulia Halimatussadiah.Mengaku sebagai orang introver, perempuan yang akrab dipanggil Ollie ini memang seolah menemukan dirinya sebagai sentral dari semua pilihan hidupnya. Kala menghadapi tantangan, ejekan, atau bahkan penolakan, dia sendirilah yang memutuskan, hendak maju, bertahan, atau jalan terus dengan semua halangan dan rintangan yang terjadi.
Kelahiran Yogyakarta ini menyebut, suatu kali ia pernah tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di sana, orang sudah terbiasa berbincang dengan turis berbahasa Inggris. Pada waktu-waktu tertentu, anak-anak di sana kerap bercakap-cakap dengan wisatawan mancanegara yang datang. Di sinilah, mereka mengasah bahasa Inggris dengan cara yang alami. Namun, suatu kali, Ollie justru sempat diejek teman sepermainannya karena dianggap tidak bisa mengucapkan suatu kalimat yang seharusnya dianggap hal yang mudah. “Sejak saat itu, saya tertantang untuk belajar bahasa Inggris. Dan beruntung, itu sekarang jadi salah satu kelebihan saya,” tutur perempuan yang aktif menulis di blogdan berbagai media ini.
Tantangan lain dihadapi ketika ia mulai menekuni hobinya membaca dan menulis. “Dari dulu saya memang menikmati membaca dan menulis. Karena itu, sudah secara otomatis tiap hari saya tak lepas dari membaca atau menulis. Sekarang, paling tidak lima buku saya baca dalam sehari,” sebut Ollie. Namun, suatu ketika, saat ingin membeli buku yang dicari, ia merasa kerepotan. Terutama, untuk membeli buku-buku terbitan luar negeri. Plus, harus ke toko buku besar kalau ingin mendapat buku yang dicari. “Repot. Makanya, saya dan teman-teman lalu merintis membuat toko buku online Kutukutubuku.com. Alhamdulilllah responsnya bagus, hingga kini terus berkembang sebagai salah satu toko buku online terbesar di Indonesia,” bangganya.
Begitulah, soal urusan membaca membuatnya memilih untuk mencari solusi terbaik dan muncullah situs online yang kini jadi bisnisnya. Lain lagi untuk urusan menulis. Sebagai orang yang hobi menulis, diterbitkannya tulisan dalam bentuk buku oleh penerbit adalah sebuah kebanggaan. Begitu juga yang dirasakan Ollie. Namun, suatu kali, buku yang sudah ditulisnya dengan susah payah ditolak beberapa kali oleh penerbit. Hal itu lantas membuatnya berpikir. “Pasti ada banyak orang di luar sana yang juga mengalami hal yang sama. Ingin bukunya diterbitkan dan dijual ke pasaran, tapi gagal menembus penerbit. Karena itu, saya memilih untuk berpikir, bagaimana caranya agar buku kita bisa terbit lebih mudah dan terjangkau oleh banyak orang,” seru perempuan yang rajin bereksperiman model dandanan jilbab ini.
Dari kesulitan itulah, lulusan sekolah IT dari Universitas Gunadarma ini lalu menelurkan ide membuat situs self publishing pertama di Indonesia, Nulisbuku.com. Melalui website tersebut, siapa pun bisa menjadi penulis dan menerbitkan karyanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar